Jangan Mengusik Manusia Yang Sudah Meninggal Duniau

9 Apr 2015

Mengusik orang yang sudah meninggal dunia bukanlah perbuatan terpuji. Yang namanya mengusik tentu konotasinya negatif misalnya membicarakan aibnya. Almarhum/almarhumah tentu mempunyai keluarga yang juga mempunyai hati dan perasaan. Bayangkan jika anak, kakak, suami, isteri, dan orangtua yang sudah meninggal dunia dibahas tiap hari di layar tivi atau sosial media. Tentu sanak-kadangnya merasa terganggu bahkan malu hati.

Memang ada pepatah harimau mati meninggal belang, manusia mati meninggalkan nama. Namun itu tidak berarti kita bisa membahasnya pada setiap kesempatan. Lebih baik kita mendoakan, memohonkan ampun atas kesalahannya. Dengan cara itu maka kita juga akan memperoleh kebaikan. Mungkin yang meninggal dunia pernah menyakiti hati bahkan mungkin menyengsarakan kita. Kita selayaknya berbesar hati memaafkannya.

Mungkin ada isteri yang merasa tersakiti fisik dan hatinya. Perilaku suami yang kurang baik atau menyia-nyiakan anak-isteri tak selayaknya terus-menerus didendami. Biarlah Tuhan yang akan mengadilinya. Bagaimanapun juga almarhum pernah ada dalam kehidupannya. Jika Tuhan bisa mengampuni mengapa manusia tak mau memaafkan. Sebuah kebesaran hati dan sikap yang terpuji jika kita mempunyai kemauan dan kemampuan untuk memaafkan kesalahan orang lain. Biarkan almarhum/almarhumah istirahat tenang di alam sana sambil menunggu hari akhir.

Renungan bagi saya sendiri. Syokur jika bermanfaat bagi orang lain.


TAGS Kemampuan memaafkan orang mati


-

Profil Penulis

Abdul Cholik lahir tanggal 213 Agustus 1950 di Jombang, Jawa Timur. Setelah menjadi purnawirawan melanjutkan hobi menulis dengan ngeblog dan menulis buku.

Search

Artikel Terbaru