Membangkitkan Budaya Malu

20 May 2015

Hari Kebangkitan Nasional, tanggal 20 Mei 2015, merupakan momen yang pas untuk membangkitkan budaya malu pada diri kita, termasuk diri saya. Maklum, dalam kondisi tertentu, rasa malu itu bisa hilang. Kurangnya rasa malu bisa menyebabkan manusia dapat melakukan apa saja, baik sembunyi-sembunyi ketika sendiri di tempat sepi maupun secara terang-terangkan dan di tempat ramai.

Dengan membangkitkan budaya malu maka saya akan merasa malu dan tidak nyaman jika saya:

1. Tidak istiqomah, ikhlas, baik, dan benar dalam beribadah. Misalnya: lalai dalam shalat, bercerita ke sana-kemari ketika memberikan uang atau barang kepada orang lain, makan secara sembunyi-sembunyi ketika sedang berpuasa, ghibah, nggosip.

2. Tidak berlaku baik kepada orangtua yang telah melahirkan, membesarkan, merawat, dan mendidik saya. Berkata kasar, membentak, tidak taat atas nasihat kepada orangtua adalah contoh nyata.

3. Tidak mencintai negara tempat tumpah darah saya. Contoh nyata: menjelek-jelekkan negara sendiri di depan bangsa sendiri atau bangsa lain.

4. Tidak ikut mengisi kemerdekaan sesuai kemampuan yang saya miliki. Misalnya: tidak mau berbagi ilmu yang telah saya dapatkan dari bangku sekolah, malas ikut kerja bakti di kampung.

5. Tidak menjaga dan memelihara kebersihan diri saya, rumah, lingkungan, dan tempat di mana saya berada. Contoh yang paling nyata adalah tidak membuang sampah di tempat yang telah ditentukan.

6. Tidak menaati undang-undang, peraturan, dan norma yang berlaku. Contoh nyata misalnya tidak memakai helm keselamatan saat mengendarai sepeda motor di jalan raya, tidak membayar pajak.

.

Pakailah helm keselamatan

Malu donk nggak pakai helm keselamatan

.

7. Mencari nafkah dengan menghalalkan segala cara. Mengurangi timbangan dan ukuran ketika berjualan, memakan riba, rentenir, menjual makanan dan minuman yang di dalamnya terdapat bahan berbahaya dan bisa merusak kesehatan, korupsi.

8. Tak memedulikan tetangga yang sedang mengalami kesulitan, musibah.

9. Mengonsumsi, menjual narkoba.

10. Sekolah hanya untuk sekedar mendapatkan ijazah apapun caranya sehingga tak sungkan-sungkan menyontek, memakai joki, mendapatkan soal dan jawaban ujian, membeli ijasah.

11. Memanfaatkan kedudukan dan jabatan untuk kepentingan pribadi dan merugikan instansi dan negara.

.

Dirkersin.

Jabatan dan pangkat adalah amanah. Malu donk jika disalahgunakan

.

12. Cuek bebek duduk dalam bis padahal di sebelah ada wanita sedang hamil berdiri kelelahan.

13. Malu (ambil lima bilang telu) ketika jajan di kantin atau di warung.

14. Berhutang tidak mau membayar atau menunda-nunda membayarnya padahal mempunyai uang yang cukup.

15. Tak sungkan-sungkan melakukan kemaksiatan.

16. Mendozlimi orang lain dengan perkataan maupun tindakan fisik.

17. Menyebar fitnah, adu domba, menebar rasa kebencian, dan permusuhan.

18. Menulis artikel di blog atau menerbitkan buku yang isinya bisa memprovokasi orang lain untuk melakukan tindakan negatif.

19. Tidak menepati janji yang telah diucapkan dengan alasan yang dicari-cari.

20. Berkata dusta, gemar berbohong.

21. Berjudi.

22. Menyia-nyiakan keluarga (anak, isteri)

23. Hidup boros padahal mengetahui bahwa orang yang boros itu temannya setan.

24. Tidak peduli terhadap pelestarian lingkungan, misalnya menebangi pohon secara membabi buta, membuang limbah seenaknya.

25. Menyenangi pornografi dan porno aksi.

.

Itulah beberapa perbuatan yang dapat saya lakukan jika saya tidak memiliki rasa malu. Oleh karena itu momen Hari Kebangkitan Nasional merupakan saat yang baik untuk meningkatkan (lagi) budaya malu. Bukan hanya malu kepada orang lain tetapi juga malu kepada diri sendiri dan malu kepada Tuhan. Juga bukan malu kepada orangtua, kerabat, sahabat, tetangga, dan khalayak di tempat yang ramai tetapi juga malu di saat saya sendirian.

Dengan budaya malu Insya Allah bisa mencegah ucapan, sikap, dan tingkah laku yang tidak terpuji.


TAGS Hari Kebangkitan Nasional Budaya Malu


-

Profil Penulis

Abdul Cholik lahir tanggal 213 Agustus 1950 di Jombang, Jawa Timur. Setelah menjadi purnawirawan melanjutkan hobi menulis dengan ngeblog dan menulis buku.

Search

Artikel Terbaru