Mudik Gratis: Wujud Nyata Budaya Gotong Royong

6 Jul 2015

Mudik Lebaran merupakan salah satu kegiatan yang ikut memeriahkan perayaan Idul Fitri. Tardisi yang sudah berlangsung cukup lama ini sebenarnya merupakan salah satu bentuk dari birrul walidain atau berbakti kepada orangtua. Karena sedang sekolah atau bekerja maka ada di antara anak yang tempat tinggalnya cukup jauh dan tidak bisa bertemu setiap hari dengan orangtuanya. Kirim surat, telpon, atau sms dirasa tidak cukup. Itulah sebabnya mereka memerlukan dan menyempatkan mudik Lebaran agar bisa bersilaturahmi dengan orangtua, kerabat, dan sahabatnya di kampung halamannya.

Hebatnya, persiapannya melibatkan berbagai pihak. Lihat saja di jalan raya. Para pekerja sibuk memperbaiki jalan yang rusak sementara Polri juga menggelar kegiatan pengamanan agar pelaksanaan mudik aman, tertib, dan lancar. Ribuan Posko Simpatik dibangun oleh Polri di sepanjang rute mudik dengan tugas mengatur dan membantu para pemudik. Belum lagi petugas dari Dinas Perhubungan, instansi pemerintah, dan swasta yang ikut membantu kegiatan tahunan ini.

Pemudik sendiri tak kurang gegap-gempita. Aneka persiapan juga sudah dilakukan jauh sebelum puasa Ramadhan dimulai. Ini utamanya yang menyangkut pemesan tiket pesawat udara,kapal laut, dan kereta api. Di sini kecepatan diutamakan karena jumlah pemudik sangat banyak. Barangsiapa yang lambat bergerak maka dia mungkin tak kebagian tiket. Untuk mengatasi berjubelnya calon penumpang di tempat penjualan tiket maka pemesanan tiket secara online juga tumbuh dan berkembang bak jamur di musim penghujan.  

Menghadapi situasi tersebut maka muncullah gagasan baru yaitu menyelenggarakan kegiatan mudik bareng. Penyelenggaranya adalah instansi pemerintah maupun swasta, termasuk perusahaan-perusahaan yang memiliki ratusan atau ribuan karyawan. Pimpinan instansi atau perusahaan menyediakan angkutan lebaran secara gratis untuk digunakan oleh anakbuah atau karyawannya. Para pemudik tinggal mendaftarkan diri dan keluarganya kemana tujuan mudiknya. Armada bus yang sudah disiapkan oleh instansi atau perusahaan akan mengantar mereka sampai kota tujuan. 

Saya berpendapat bahwa kegiatan seperti ini sangat positif. Selain meringankan biaya mudik juga dapat memberikan dampak positif terhadap loyalitas dan kinerja karyawan di masa yang akan datang. Kepedulian pimpinan terhadap kesejahteraan anakbuah seperti itu memang sangat penting. Tak peduli apakah pimpinan perusahan itu seorag muslim atau bukan. Bagi karyawan atau anak buah, perhatian pimpinan sangat mereka harapkan pada saat mereka membutuhkan. Para karyawan yang telah ikut menyukseskan pimpinan tentu layak diberikan imbalan yang memadai. Bukan hanya sekedar gaji bulanan tetapi juga kegiatan mudik lebaran atau kegiatan positif lainnya.

Mudik gratis bukan hanya menyenangkan tetapi juga wujud nyata gotong royong yang menjadi salah satu ciri bangsa Indonesia. Betapa indahnya ketika melihat deretan bus sudah berjajar rapi. Ada tulisan kota tujuan di kaca depan, para karyawan dan keluarga dengan memakai pakaian seragam masuk ke dalam bus dengan wajah gembira. Begitu tiba saatnya pimpinan perusahaan mengibarkan bendera start tanda pemberangkatan  Acara Mudik Gratis. Wajah-wajah sumringah tampak dari balik kaca disertai lambaian tangan ke arah kamera televisi.

Itu yang membahagiakan. Terasa sejuk dan damai,bukan. Apakah dia Ahok, Mulyono, Lubis, Made, Tatang, Daeng, dan nama-nama lain tentu akan ikut merasakan betapa pentingnya sebuah persatuan dan toleransi yang berbalut saling menghormati, menghargai dan mengerti.

.

 


TAGS ngaBlogburit2015


-

Profil Penulis

Abdul Cholik lahir tanggal 213 Agustus 1950 di Jombang, Jawa Timur. Setelah menjadi purnawirawan melanjutkan hobi menulis dengan ngeblog dan menulis buku.

Search

Artikel Terbaru