• 12

    Jun

    Blogger Kok Patah Semangat

    Adakah blogger yang patah semangat? Saya harus menjawabnya : YES! Faktanya memang ada kok. Salah satu di antaranya adalah Mas Agustinus Darto Iwan Setiawan. Jangan nuduh donk, Pakde. Lho, saya nggak asal nuduh. Pernyataan ini didukung oleh alat bukti dan pengakuan tersangka..ups..pengakuan Mas Darto sendiri dalam artikelnya berjudul Blogger yang Patah Semangat. Bayangkan, blog yang katanya akan berumur 7 tahun pada tanggal 18 Juli 2015 itu artikelnya hanya 20 buah. Jika dipukul rata, setiap tahun Mas Darto hanya menerbitkan 3 artikel. Busyeeeeet. Blog seperti ini yang dicari oleh production house untuk tempat syuting cerita honor. Maklum blognya berdebu dan full sarang laba-laba. Ketika saya amati, ternyata blog bertajuk Catatan Kecil ini bukan termasuk blog ber’niche’ karena
    Read More
  • 20

    May

    Membangkitkan Budaya Malu

    Hari Kebangkitan Nasional, tanggal 20 Mei 2015, merupakan momen yang pas untuk membangkitkan budaya malu pada diri kita, termasuk diri saya. Maklum, dalam kondisi tertentu, rasa malu itu bisa hilang. Kurangnya rasa malu bisa menyebabkan manusia dapat melakukan apa saja, baik sembunyi-sembunyi ketika sendiri di tempat sepi maupun secara terang-terangkan dan di tempat ramai. Dengan membangkitkan budaya malu maka saya akan merasa malu dan tidak nyaman jika saya: 1. Tidak istiqomah, ikhlas, baik, dan benar dalam beribadah. Misalnya: lalai dalam shalat, bercerita ke sana-kemari ketika memberikan uang atau barang kepada orang lain, makan secara sembunyi-sembunyi ketika sedang berpuasa, ghibah, nggosip. 2. Tidak berlaku baik kepada orangtua yang telah melahirkan, membesarkan, merawat, dan mendid
    Read More
  • 27

    Apr

    Sunday Sharing Surabaya#4:Foto, Jurnalistik, dan Blog

    Saya beruntung bisa hadir pada acara Sunday Sharing Surabaya #4. Acara bulanan ini di gelar pada hari Minggu, tanggal 26 April 2015 di kantor Transmedia Jl. Opak 12 Surabaya. Acara yang diikuti sekitar 25 orang ini sangat bermanfaat karena dua nara sumber membagikan ilmunya tentang dunia fotografi. Bertindak sebagai Ketua Kelas dan moderator pada acara ini adalah Dela. Mohamad Riki Efendi, Fotografer yang aktif di Komunitas Fotografi dan Film menjelaskan dasar-dasar fotografi dan dilanjutkan dengan fotografi jurnalistik. Selain menjelaskan 3 hal pokok dalam fotografi (ISO, Speed, dan Diafragma) Riki juga memberikan tips tentang cara memotret benda diam dan bergerak termasuk memotret pada siang hari dan malam hari. “Moment sangat penting dalam fotografi jurnalistik.” Ini ditek
    Read More
  • 9

    Apr

    Jangan Mengusik Manusia Yang Sudah Meninggal Duniau

    Mengusik orang yang sudah meninggal dunia bukanlah perbuatan terpuji. Yang namanya mengusik tentu konotasinya negatif misalnya membicarakan aibnya. Almarhum/almarhumah tentu mempunyai keluarga yang juga mempunyai hati dan perasaan. Bayangkan jika anak, kakak, suami, isteri, dan orangtua yang sudah meninggal dunia dibahas tiap hari di layar tivi atau sosial media. Tentu sanak-kadangnya merasa terganggu bahkan malu hati. Memang ada pepatah harimau mati meninggal belang, manusia mati meninggalkan nama. Namun itu tidak berarti kita bisa membahasnya pada setiap kesempatan. Lebih baik kita mendoakan, memohonkan ampun atas kesalahannya. Dengan cara itu maka kita juga akan memperoleh kebaikan. Mungkin yang meninggal dunia pernah menyakiti hati bahkan mungkin menyengsarakan kita. Kita selayaknya
    Read More
  • 11

    Mar

    Cara Mengatasi Putus Cinta

    Katanya, putus cinta itu bisa membuat manusia klimpungan. Ada yang nggak doyan makan, ada pula yang tak bisa tidur. Bahkan ada yang sampai terkena komplikasi makan tak enak, tidur tak nyenyak, dan uang di kantong juga cekak. Sampai ada yang melansir lagu Lebih Baik Sakit Gigi untuk menjelaskan betapa hebatnya akibat dari putus cinta. Cara mengatasi putus cinta sebenarnya sangat mudah. Tak perlu mengonsumsi obat atau jamu. Juga tak perlu menyendiri di tempat sepi, berendam di sungai, atau pijat refleksi. Tak usah sedu sedan itu. Putus cinta ketika masih berpacaran bahkan harus disyukuri. Bilang saja :”Untung putus cintanya sekarang, coba kalau putus cinta setelah janur kuning melambai-lambai kan malah lebih kacau. Malunya itu di sini.” . . Nah bagi mereka yang masih tetap butuh
    Read More

Profil Penulis

Abdul Cholik lahir tanggal 213 Agustus 1950 di Jombang, Jawa Timur. Setelah menjadi purnawirawan melanjutkan hobi menulis dengan ngeblog dan menulis buku.

Search

Artikel Terbaru